Category Archives: Cerita Dewasa

Koleksi Cerita-Cerita Seks Yang Akan Di Update Tiap Hari

Kenikmatan Gadis Muda Belia

36
Filed under 3gp Porno Indonesia, Cerita Dewasa

Kenikmatan Gadis Muda Belia

Pada tahun 1994 saya tercatat sebagai siswa baru pada SMUN 2 pada waktu itu sebagai siswa baru, yah.. acara sekolahan biasa saja masuk pagi pulang sekitar jam 14:00 sampai pada akhirnya saya dikenalkan oleh teman seorang gadis yang ternyata gadis itu sekolah juga di dekat sekolah saya yaitu di SMPN 3.

Ketika kami saling menjabat tangan, gadis itu masih agak malu-malu, saya lihat juga gadis itu tingginya hanya sekitar 158 cm dan mempunyai dada yang memang kelihatan lebih besar dari anak seumurnya sekitar 34B (kalau tidak salah umurnya 14 tahun), mempunyai wajah yang manis banget dan kulit walaupun tidak terlalu putih tapi sangat mulus, (sekedar info tinggi saya 165 cm dan umur waktu itu 16 tahun), saya berkata siapa namamu?, dia jawab L—- (edited), setelah berkenalan akhirnya kami saling memberikan nomor telepon masing-masing, besoknya setelah saling telepon dan berkenalan akhirnya kami berdua janjian keluar besok harinya jalan pertama sekaligus cinta pertama saya membuat saya deg-degan tetapi namanya lelaki yah…, jalan terus dong.

Akhirnya malam harinya sekitar jam 19.00 saya telah berdiri didepan rumahnya sambil mengetuk pagarnya tidak lama setelah itu L—-muncul dari balik pintu sambil tersenyum manis sekali dia mengenakan kaos ketat dan rok yang kira-kira panjangnya hampir mencapai lutut berwarna hitam.
Saya tanya, “Mana ortu kamu…”, dia bilang kalau di rumah itu dia cuma tinggal bersama papanya dan pembantu, sedangkan kalau kakaknya dan mamanya di kota lain.
“Oohh jawab saya,” saya tanya lagi “Terus Papa kamu mana?” dia jawab kalau Papa lagi keluar ada rapat lain di hotel (papanya seorang pejabat kira-kira setingkat dengan wagub) jadi saat itu juga kami langsung jalan naik motorku dan tanpa disuruhpun dia langsung memeluk dari belakang, penis saya selama jalan-jalan langsung tegang, habis dada dia begitu kenyal terasa di belakangku seakan -akan memijit-mijit belakangku (motor waktu itu sangat mendukung, yaitu RGR).

Setelah keliling kota dan singgah makan di tempat makan kami langsung pulang ke rumahnya setelah tiba saya lihat rumahnya masih sepi mobil papanya belum datang. Tiba-tiba dia bilang “Masuk yuk!., Papa saya kayaknya belum datang”. Akhirnya setelah menaruh motor saya langsung mengikutinya dari belakang saya langsung melihat pantatnya yang lenggaklenggok berjalan di depanku, saya lihat jam ternyata sudah pukul 21.30, setiba di dalam rumahnya saya lihat tidak ada orang saya bilang “Pembantu kamu mana?”, dia bilang kalau kamar pembantu itu terpisah dari bangunan utama rumah ini agak jauh ke belakang.
“oohh…”, jawab saya.
Saya tanya lagi, “jadi kalau sudah bukakan kamu pintu pembantu kamu langsung pergi ke belakang?”, dia jawab iya.
“Terus Papa kamu yang bukain siapa…”
“saya…” jawabnya.
“Kira-kira Papa kamu pulang jam berapa sih…”, tanya saya. Dia bilang paling cepat juga jam
24.00. (Langsung saja pikiranku ngeres banget)
Saya tanya lagi “Kamu memang mau jadi pacar saya…”.
Dia bilang “Iya…”.
Lalu saya bilang, “kalau gitu sini dong dekat-dekat saya…”, belum sampai pantatnya duduk di kursi sebelahku, langsung saya tarik ke dalam pelukanku dan mengulum bibirnya, dia kaget sekali tapi belum sampai ngomong apa-apa tanganku langsung memegang payudaranya yang benar-benar besar itu sambil saya remas-remas dengan kuat sekali (habis sudah kebelet) diapun mengeluh “Ohh.., oohh sakit”. katanya.

Saya langsung mengulum telinganya sambil berbisik, “Tahan sedikit yah…”, dia cuma mengangguk. Payudaranya saya remas dengan kedua tanganku sambil bibir saya jilati lehernya, kemudian pindah ke bibirnya langsung saya lumat-lumat bibirnya yang agak seksi itu, kamipun berpagutan saling membenamkan lidah kami masing-masing. Penis saya langsung saya rasakan menegang dengan kerasnya. Saya mengambil tangan kirinya dan menuntun memegang penisku dibalik celana saya, dia cuma menurut saja, lalu saya suruh untuk meremasnya. Begitu dia remas, saya langsung mengeluh panjang, “Uuhh…, nikmat sayang”, kata saya. “Teruss…”, dengan agak keras kedua tanganku langsung mengangkat kaos yang dia kenakan dan membenamkan muka saya di antara payudaranya, tapi masih terhalang BH-nya saya jilati payudaranya sambil saya gigit-gigit kecil di sekitar payudaranya, “aahh…, aahh”. Diapun mendesis panjang tanpa melepas BH-nya saya langsung mengangkat BH-nya sehingga BH-nya berada di atas payudaranya, sungguh pemandangan yang amat menakjubkan, dia mempunyai payudara yang besar dan puting yang berwarna kemerahan dan menjulang keluar kira-kira 1/2 cm dan keras, (selama saya main cewek baruku tahu sekarang bahwa tidak semua perempuan nanti menyusui baru keluar putingnya). Saya jilat kedua payudaranya sambil saya gigit dengan keras putingnya. Dia pun mengeluh sambil sedikit marah. “Aahh…, sakkiitt…”, tapi saya tidak ambil pusing tetap saya gigit dengan keras. Akhirnya diapun langsung berdiri sambil sedikit melotot kepadaku.

Sekarang payudara dia berada tepat di depan wajah saya. Sambil saya memandangi wajahnya yang sedikit marah, kedua tanganku langsung meremas kedua payudaranya dengan lembut. Diapun kembali mendesis, “Ahh…, aahh…”, kemudian saya tarik payudaranya dekat ke wajah saya sambil saya gigit pelan-pelan. Diapun memeluk kepala saya tapi tangannya saya tepiskan. Sekelebat mata saya menangkap bahwa pintu ruang tamunya belum tertutup saya pun menyuruh dia untuk penutup pintunya, dia pun mengangguk sambil berjalan kecil dia pergi menutup pintu dengan mengendap-endap karena bajunya tetap terangkat sambil memperlihatkan kedua bukit kembarnya yang bikin hati siapa saja akan lemas melihat payudara yang seperti itu.

Setelah mengunci pintu dia pun kembali berjalan menuju saya. Saya pun langsung menyambutnya dengan memegang kembali kedua payudaranya dengan kedua tangan saya tapi tetap dalam keadaan berdiri saya jilati kembali payudaranya. Setelah puas mulut saya pun turun ke perutnya dan tangan saya pelan-pelan saya turunkan menuju liang senggamanya sambil terus menjilati perutnya sesekali mengisap puting payudaranya. Tangan sayapun menggosok-gosok selangkangannya langsung saya angkat pelan-pelan rok yang dia kenakan terlihatlah pahanya yang mulus sekali dan CD-nya yang berwarna putih saya remas-remas liang kewanitaannya dengan terburu buru, dia pun makin keras mendesis, “aahh…, aakkhh… ohh…, nikmat sekali…”, dengan pelan-pelan saya turunkan cdnya sambil saya tunggu reaksinya tetapi ternyata dia cuma diam saja, (tiba-tiba di kepala muncul tanda setan). Terlihatnya liang kewanitaannya yang ditumbuhi bulu-bulu tapi sangat sedikit. Sayapun menjilatinya dengan penuh nafsu, diapun makin berteriak, “Aakkhh…, akkhh…, lagi…, lagii..”.

Setelah puas sayapun menyuruhnya duduk di lantai sambil saya membuka kancing celanaku dan saya turunkan sampai lutut terlihatlah CD-ku, saya tuntun tangannya untuk mengelus penis saya yang sudah sangat tegang sehingga sepertinya mau loncat dari CD-ku. Diapun mengelusnya terus mulai memegang penis saya. Saya turunkan CD-ku maka penis saya langsung berkelebat keluar hampir mengenai mukanya. Diapun kaget sambil melotot melihat penis saya yang mempunyai ukuran lumayan besar (diameter 3 cm dan panjang kira-kira 15 cm) saya menyuruhnya untuk melepas kaos yang dia kenakan dan roknya juga seperti dipangut dia menurut saja apa yang saya suruh lakukan. Dengan terburu-buru saya pun melepas semua baju saya dan celana saya kemudian karena dia duduk dilantai sedangkan saya dikursi, saya tuntun penis saya ke wajahnya dia pun cuma melihatnya saja. Saya suruh untuk membuka mulutnya tapi kayaknya dia ragu-ragu.

Setengah memaksa, saya tarik kepalanya akhirnya penisku masuk juga kedalam mulutnya dengan perlahan dia mulai menjilati penis saya, langsung saya teriak pelan, “Aakkhh…, aakkhh…”, sambil ikut membantu dia memaju-mundurkan penis saya di dalam mulutnya. “aakk…, akk…, nikmat sayyaangg…”. Setelah agak lama akhirnya saya suruh berdiri dan melepaskan CD-nya tapi muncul keraguan di wajahnya sedikit gombal akhirnya CD dan BH-nya dia lepaskan juga maka telanjang bulatlah dia depanku sambil berdiri. Sayapun tak mau ketinggalan saya langsung berdiri dan langsung melepas CD-ya. Saya langsung menubruknya sambil menjilati wajahnya dan tangan saya meremas -remas kedua payudaranya yang putingnya sudah semakin tegang, diapun mendesis, “Aahh…, aahh…, aahh…, aahh”, sewaktu tangan kananku saya turunkan ke liang kemaluannya dan memainkan jari-jariku di sana.

Setelah agak lama baru saya sadar bahwa jari saya telah basah. Saya pun menyuruhnya untuk membelakangiku dan saya siapkan penis saya. Saya genggam penis saya menuju liang senggamanya dari belakang. Saya sodok pelan -pelan tapi tidak maumasuk-masuk saya sodok lagi terus hingga dia pun terdorong ke tembok tangannyapun berpangku pada tembok sambil mendengar dia mendesis, “Aahh…, ssaayaa..,. ssaayaangg…, kaammuu…”, sayapun terus menyodok dari belakang. Mungkin karena kering penis saya nggak mau masuk-masuk juga saya angkat penis saya lalu saya ludahi tangan saya banyak-banyak dan saya oleskan pada kepala penis saya dan batangnya dia cuma memperhatikan dengan mata sayu setelah itu. Saya genggam penis saya menuju liang senggamanya kembali. Pelan -pelan saya cari dulu lubangnya begitu saya sentuh lubang kemaluannya dia pun langsung mendesis kembali, “Ahh…, aahh…”, saya tuntun penis saya menuju lubang senggamanya itu tapi saya rasakan baru masuk kepalanya saja diapun langsung menegang tapi saya sudah tidak peduli lagi. Dengan satu hentakan yang keras saya sodok kuat-kuat lalu saya rasa penis saya seperti menyobek sesuatu maka langsung saja dia berontak sambil berteriak setengah menangis, “Ssaakkiitt…”. Saya rasakan penis saya sepertinya dijepit oleh dia keras sekali hingga kejantanan saya terasa seperti lecet di dalam kewanitaannya. Saya lalu bertahan dalam posisi saya dan mulai kembali menyiuminya sambil berkata “Tahann.. sayang… cuman sebentar kok…”

Saya memegang kembali payudaranya dari belakang sambil saya remas-remas secara perlahan dan mulut saya menjilati belakangnya lalu lehernya telinganya dan semua yang bisa dijangkau oleh mulut saya agak lama. Kemudian dia mulai mendesis kembali menikmati ciuman saya dibadan dan remasan tangan saya di payudaranya, “Ahh…, aahh…, ahh…, kamu sayang sama lakukan?” dia berkata sambil melihat kepada saya dengan wajah yang penuh pengharapan. Saya cuma menganggukkan kepala padahal saya lagi sedang menikmati penis saya di dalam liang kewanitaannya yang sangat nikmat sekali seakan-akan saya lagi berada di suatu tempat yang dinamakan surga. “Enak sayang?”, kataku. Dia cuma mengangguk pelan sambil tetap mengeluarkan suara-suara kenikmatan, “Aahh…, aahh…” lalu saya mulai bekerja, saya tarik pelan-pelan penis saya lalu saya majukan lagi tarik lagi majukan lagi dia pun makin keras mendesis, “Aahh…, ahh…, ahhkkhh…” akhirnya ketika saya rasakan bahwa dia sudah tidak kesakitan lagi saya pun mengeluar-masukkan penis saya dengan cepat dia pun semakin melenguh menikmati semua yang saya perbuat pada dirinya sambil terus-meremas payudaranya yang besar itu. Dia teriak “Sayaa mauu keeluuarr…”. Sayapun berkata “aahhkkssaayyaanggkkuu…” , saya langsung saja sodok dengan lebih keras lagi sampai -sampai saya rasakan menyentuh dasar dari liang senggamanya tapi saya benar-benar kesetanan tidak peduli lagi dengan suara-suara, “Ahh…, aahh…, ahh…, akkhh…, akkhh…, truss” langsung dia bilang “Sayyaa kkeelluuaarr…, akkhh…, akhh…”, tiba-tiba dia mau jatuh tapi saya tahan dengan tangan saya. Saya pegangi pinggulnya dengan kedua tangan saya sambil saya kocok penis saya lebih cepat lagi, “Akkhh…, akkhh…, ssaayyaa mauu…, kkeelluuaarr…, akkhh…”, pegangan saya di pinggulnya saya lepaskan dan langsung saja dia terjatuh terkulai lemas.

Dari penis saya menyemprotlah air mani sebanyak-banyaknya, “Ccroott…, croott.., ccrroott…, akkhh…, akkhh…”, saya melihat air mani saya membasahi sebagian tubuhnya dan rambutnya, “Akhh…, thanks sayangkuu…”, sambil berjongkok saya cium pipinya sambil saya suruh jilat lagi penisku. Diapun menjilatinya sampai bersih. Setelah itu saya bilang pakai pakaian kamu dengan malas dia berdiri mengambil bajunya dan memakainya kembali.

Setelah kami berdua selesai saya mengecup bibirnya sambil berkata, “Saya pulang dulu yah sampai besok sayang…!”. Dia cuma mengangguk tidak berkata-kata lagi mungkin lemas mungkin nyesal tidak tahu ahh. Saya lihat jam saya sudah menunjukkan jam 23.35, saya pulang dengan sejuta kenikmatan.

Bonus Video Cewek SMU cantik dikentot

Preview
Klik pada gambar untuk memperbesar

Video mesum nya via rapid klik disini untuk mendownload
Video bokep nya via ziddu klik disini untuk mendownload

Cerita Dewasa + Video Bokep – Gadis Namanya

8
Filed under 3gp Porno Indonesia, Cerita Dewasa

Cerita Dewasa + Video Bokep – Gadis Namanya

Yah nama itu sekarang tinggal jadi kenanganku yang indah entah kapan kita bisa ketemu lagi semenjak kepindahannya April ini ke luar kota nunjauh di sana.
Kami kenal di FS, dan mulai sering berkirim pesan di fasilitas FS tersebut, mulai dari status ku yang complicate dan diapun ternyata janda beranak satu ditinggal oleh laki laki yang lari kepelukan wanita kaya, kejadian itu sudah 6 thn berlalu semenjak ia hamil 2 bulan, dan semenjak itu dia tidak punya laki2 yang dekat dihatinya, kecuali dengan perkenalan kita Gadis merasa klob dan senang berbagi melalui FS ini.
Setelah sebulan berkenalan, kamipun bersepakat untuk ketemu di sebuah pertokoan di jakarta selatan, diapun memperkenalkan putrinya berumur 6 tahun, dan pertemuan pertemuan selanjutnya hanya melalui sms dan telepon karena posisi kita berjauhan, aku di Cilegon dan dia di Cireundeu.
Selama kurang lebih 3 bulan masa perkenalan kita, banyak cerita, keluh kesah, dan segala permasalahannya yang sering diceritakan kepadaku, dan akupun memberikan masukan yang sangat membantu dan memberikan awan cerah menurutnya
Dan suatu ketika; “a… pernah berpikiran untuk memaduku, menjadikanku istri kedua? Aku siap a, aku rela, aku ikhlas, aku tentram di samping aa” itu kata – kata yang menyambarku di sebuah pembicaraan via tlp di suatu siang…. Dengan alasan tidak bisa dibicarakan di telpon, kitapun sepakat untuk bertemu di Bandung, dan kebetulan aku ada meeting di Bandung, diapun ada urusan ijazah di bandung.
Semenjak pembicaraan itu, saat tlp – tlp selanjutnya aku selalu menggodanya untuk menggiring pikirannya tentang rencana kepergian kita ke Bandung; “kalo kita nginep berdua di Bandung trus terjadi hal – hal yang diinginkan, gak apa apa ya, kan Gadis tau, aku udah –puasa- cukup lama” ucapku, “wah jangan aa, tolong jaga aku, jangan goda aku, aku gak kuat aa, udah sekian lama gak di sentuh laki laki, please…” pintanya memelas, “kita liat nanti ya” jawabku lagi.
Kemudian minggu depannya kamipun bertemu di sebuah mall di pusat jakarta, membeli perbekalan untuk di perjalanan dan langsung cabut ke Bandung.
Diperjalanan menuju bandung aku bahagia sekali karena Gadis begitu memanjakan aku dengan melayani kebutuhanku, mulai dari mengambilkan kemilan, menghidupkan korek untuk rokokku, sampai memijit tanganku yang pegal, semua dilakukan dengan mesra yang menyentuh hasrat ku untuk menciumnya, tapi sekali lagi aku takut untuk bertindak yang bukan – bukan, karena aku sangat menghormati dan menyayangi dia, hanya tinggal angan – angun ku yang tiba tiba ngeres karena sentuhannya.
Tapi aku Heran, setiap kali mencuri pandang melihat wajah Gadis, ada kemuraman, kekurangan sesuatu atau entah apa lah dibalik senyum tawa canda disepanjang diperjalanan.
Sesampainya di Bandung, kamipun mencari penginapan yang tenang, “2 bad yang misah ya aa’, “kenapa?”, “aku takut terjadi….” Iya aku usahakan.
Di resepsionis aku minta 1 bad besar (he he he he)
“kok bad besar a. aku dimana?” tanya Gadis ketika sampai dikamar, “udah bareng aja, kalo engga’ aku di bawah deh” sergahku menghilangkan kecurigaannya..
Beberapa menit kemudian aku mandi dan keluar langsung menggunakan pakaian lengkap, takut dia curiga.
Dan ketika dia mandipun begitu, hanya saja pada saat setelah mandi tiba – tiba dia menyeruak dari balik pintu, “a, tolong tasku di meja” ketika aku ambilkan, terlihat siluet tubuhnya dibalik pintu yang terpantul dari kaca di dalam kamar mandinya, aku terperanjat dan berfikir; “ampun sexy sekali gadis, walaupun dilihat dari bayangan kaca”.
Setelah selesai berbenah, aku coba sibukkan kegiatan ku dengan penyiapan laporan untuk meeting besok, sedangkan Gadis mengunjungi teman2nya untuk say hallo. Sayangnya selama aku bekerja, tapi tak satupun laporan yang aku hasilkan, sedari tadi pikiranku melayang ke siluet kaca tadi, dan itupula yang membuat “adikku” bangun dan meronta ronta. Berkali kali aku coba hilangkan pikiran ku tentang hal itu, tapi hilang sudah akal sehatku.
Tiba – tiba pintu kamar diketuk, “a, aku pulang” pintu pun aku buka dan langsung ku peluk dia….
“ada apa a, kok gini…”, “gak apa apa” jawabku, “kangen aja.”
Setelah beristirahat dengan alasan capek ngerjain laporan untuk besok, “aku pijitin ya a” dan langsung tangannya menyentuh bahuku, rasa tentram dan hangat menjalar di tubuhku, aku bingung, kenapa perasaan santai ini tidak membuat “adikku” tenang, malah makin meronta kuat.
“dis, ganti baju dulu gih, kan abis jalan, kotor” kataku, sejurus kemudian ia sudah melangkah ke kamar mandi dengan pakaian tidur di tangan, “jangan ganti di kamar mandi, basah nanti celana jeansnya, aku balik kanan deh, gadis ganti di kamar aja” kataku tenang sambil membalikkan badan menghilangkan keraguan hati gadis.
Sejurus kemudian dia sudah ada di sampingku dengan daster leher rendah dan lengkap dengan bra dan CD.
“ughhhhh….” Kataku sambil menikmati sentuhan lembut gadis, dan tak sengaja dadanya yang cukup besar menyentuh punggungku.
Karena tidak tertahankan, aku membalikkan badanku dan langsung memeluk Gadis, napasnya yang tercekat dan kata – kata yang tak mampu keluar dari mulutnya karena aku mencium gadis begitu buasnya, tak lama berselang gadispun akhirnya membalas ciumanku dengan mesra, dan posisi diapun diatas menghimpitku.
Tak terasa dadanya mulai mengeras semakin menyentuh dada dan kelaki lakianku, tangankupun merayap menyusup kebalik dasternya untuk menyentuh buah dadanya yang semakin kencang. “Agrhhhh…..” terpekik pelan dan mencoba menghindar dari sentuhan tanganku namun tak kuasa karena kami sudah semakin menikmati pemanasan awal ini.
Akupun coba membuka kaitan branya dengan satu tangan dan berhasil, diapun melotot tanpa mampu menolak karena sejurus kemudian mulutku sudah menciumi wangi payudaranya yang montok itu, “ampun sudah punya satu anak, tapi masih kencang juga dadanya”
“Ah ugh sssh….” Semakin meracau mulutnya karena sentuhan bibirku di payudaranya semakin membangkitkan hasrat Gadis, akupun menukar posisinya dibawah dan aku menindih….
Perlahan lahan aku mengambil kesempatan untuk melepas celana boxerku dan lansung membuka paha gadis. Sengaja kusentuhkan “adikku” ke permukaan celana dalamnya yang tipis, aku berharap menambah sensasi untuknya, tanpa terburu buru membuka celana dalamnya, takut dia kaget dan membuyarkan konsentrasinya, pinggulku sengaja kugoyangkan agar, “adikku” menyentuh lembut permukaan vagina Gadis, tak berapa lama, terasa di ujung “kepala jamurku” ada sesuatu yang basah dan aku tau gadis makin terangsang dan mulai mengeluarkan pelicin dan secara tidak langsung menyatakan “siap”, aku pelan pelan turun sambil menciumi perut dan paha bagian dalamnya, gadispun makin mendesis dan menyentuh lembut kepalaku mengisyaratkan untuk cepat menyentuh bibir vaginanya yang makin basah.
Ketika sampai di antara dua pahanya, akupun berusaha semakin memperlebar bukaan pahanya agar aku leluasa untuk meciumi vaginanya yang harum khas, “ternyata dia tetap menjaga kewanitaanya dengan baik” pikirku.
Setelah kujilati dengan mesra, semakin lama semakin banyak ‘ lendirnya keluar, makin bersemangat aku, dan gadispun mulai membanting banting badannya karena tidak tahan menerima penjelajahan lidahku di sekitar liang vaginanya dan ketika klitorisnya kusentuh; “ughhhh asssshhh ampun a” jeritnya, sambil menekan kepalaku untuk semakin terbanam diantara selangkangannya, “ooohhh a, aku gak tahaaaaan a, ampun a, jangan siksa aku please……”
“agrhhhhh a, ampuuuun, please jangan siksa aku….” Gadispun mengejang untuk beberapa menit, selagi dia semakin mengejang, akupun semakin kuat menciumi dan menjelajahi klitorisnya karena aku tau, Gadis hampir orgasme….
Satu hentakan kuat keatas, tiba – tiba punggungku perih karena kuku Gadis menancap dipunggungku dan badannyapun mengejang kuat, dan diapun melemas tak berdaya. Raut wajah mukanya pasrah dengan apa yang sedang aku lakukan, napasnyapun tersengal sengal menahan birahi yang sedang bergejolak bersamaan dengan orgasme yang sedang Gadis alami.
Disela sela kepasrahannya;” a, makasih, belum pernah aku merasakan ini…..” sambil mengucurkan air mata kebahagiaan dan kepuasan yang terpancar di wajah gadis.
Pelan pelan aku merangkak di sampingnya sambil menahan hasratku, aku sempat berfikir, kalo aku langsung hajar, pasti kaget, aku tidak ingin dia jadi berfikiran macem macem.
Pelan pelan walaupun dengan menahan gejolak “adik” yang tidak mau kompromi, ku peluk mesra Gadis, dan Gadis pun bersandar di dadaku. Sambil beristirahat kucoba sentuh dadanya yang masih mengencang padat, “aa belum keluar ya, Gadis harus gimana ya…” kataku, “santai aja, yang penting Gadis nyaman…”, “tapi please jangan dimasukin ya….”
Aku mulai bergerilya lagi dengan mencium bibirnya yang tipis dan turun kelehernya yang tak luput kuciumi. “Ssshhhh….” Desahnya, akupun turun ke dadanya yang mulai mengencang kembali, tak berapa lama aku coba sentuh liang kemaluannya, ternyata sudah basah lagi dengan lendirnya yang wangi, sambil menciumi dadanya aku telentangkan gadis dan kubuka belahan kakinya sehingga posisi misionaris aku dapatkan, ketika “adik” menyentuh pelan vaginanya, “ssshhhh….” Kembali terdengar dan pelukannya semakin erat, aku coba menggoyangkan pantatku agar “adiku” menyentuh lembut liang vagina Gadis, “ssshhhh…. a, enak a, aku gak tahan a, jangan siksa lagi aku dengan rasa ini, please…..” pelan pelan kepala jamurku ku masukkan kedalam liang vagina Gadis, matanyapun merem melek, tangannya menahan badanku tanda supaya tidak memasukkan punyaku keliang gadis;”…perih a’ pelan ya….. sakit….. ughhhhh, a….
Aku pun terpaksa menahan setengah, agar masuknya tidak terlalu terburu buru dan membuat gadis sakit. Akupun memaju mundurkan untuk beberapa menit agar vagina Gadis merasa terbiasa lagi, akupun menikmati “kepala adikku” di peluk erat, dan semakin membuatku harus menahan libido yang sudah di ubun ubun ini supaya tidak meledak. Setelah beberapa menit, gadis mulai merasa nyaman dan menikmati masuk keluarnya goyanganku, akupun menambah kedalaman “adikku” agar berenang di dalam vagina Gadis, diapun melotot tanda kaget,”a pelan ya, besar sekali, aku kepenuhan rasanya….”katanya. akupun harus bersabar kembali menarik ulur “adikku” kira kira tiga perempatnya, setelah sekian menit, diapun mulai mengencangkan badannya dan “aghhhh a…. aku gak kuat, aku pengen keluar a….” please jangan buat aku gak tahan….. rintihnya sambil semakin mengencangkan pagutan tangannya dibadanku, dan diapun menggelinjang gak tertahankan, tiba tiba kakinya di silangkan kepunggungku, dan serta merta terbenam lah seluruh “adikku” di dalam vagina Gadis; “aghhhh a, ampun aku gak tahan…. Saat itupun aku merasakan kembali orgasmenya untuk yang kesekian kalinya dan aku pun mempercepat goyanganku diatas, Gadispun terbanting banting badannya menahan kenikmatan ini, “adikku”pun terasa sekali dipijit pijit oleh liang vagina Gadis, setelah beberapa menit, Gadispun akhirnya tak berdaya, hanya racauan mulutnya tanda kenikmatan saja yang ada, akupun semakin bersemangat memompa. Tiba tiba “ada remasan yang kuat lagi di liang vagina Gadis yang kurasakan ketika ku lihat keselangkangan Gadis, tarikan pinggangku membuat bibir vagina gadis tertarik dan menimbulkan sensasi yang membuatku tidak dapat menahan air maniku yang mulai ingin muncrat, nadiku terasa berdenyut kencang membuat Gadis terpacu lagi untuk orgasme, diapun makin meracau sampai pada menit berikutnya kakinya kembali merangkul pinggangku, dan “…a, aku keluar lagi, teruuuus a, terusss… aghhhhh bersamaan dengan itu muncrat pula air maniku, untuk beberapa kali semprotan yang kerasa dan langsung membasahi liang kewanitaan Gadis, akupun merasa seluruh tenaga dan otot ku dihisap kedalam vagina Gadis, dan setelah itu aku biarkan “adikku” terbenam tenang dalam vagina Gadis dan kitapun berpelukan, “ssshhh….” Racauan Gadis karena merasakan denyutan nadi “adik” ku di dalam Vaginanya.
Untuk sekian lama masih kudiamkan “adik”ku terbenam di vagina yang masih hangat, terasa olehku lelehan air mani bercampur lendir kenikmatan Gadis yang keluar dari liang vagina Gadis.
“a…. kenapa kita begini ya, Gadis malu” ucapnya, dan tidak lama kemudian kamipun tertidur pulas.
Ketika menjelang subuh, dinginnya udara Bandung merayapi tubuh kami yang tanpa selimut, akupun bergeser untuk memeluk Gadis, sekecap ia bangun untuk merapatkan tubuhnya dipelukanku, tanpa sengaja, “adik”ku bangun karena tersentuh belayain lembut sentuhan tangan Gadis, “uuughhh….” Lirihku, dan seakan iapun mengerti dan semakin menyentuh lembut “adik”ku, entah berapa lama, tiba – tiba ia melepaskan sentuhannya karena terkesiap dengan kembali bangunnya “adik”ku, “a… kok jadi besar lagi?”, “Gadis sih, jadi bangun deh” ucapku.
“a… nanti lagi ya, agak perih nih, maaf udah lama tidak terbiasa lagi”, iya, santai aja, kapan kapan juga boleh” jawabku dengan merajuk, iapun tersenyum sambil mencubit mesra dadaku.
Kucium mesra keningnya, dan akupun mencium bibir hangatnya dan terus menjajah ke sekitar leher, “aku sayang Gadis” ucapku sambil mencium kuping dan sekitarnya, “sshhh…” kembali dia mendesah. Ciuman ini kulanjutkan turun ke dadanya yang montok dan berkonsentrasi disekitar putting susunya yang berwarna Pink, lagi – lagi “sshhh…. Keluar dari bibirnya yang mungil karena menahan sensasi dan rangsangan yang menjalar ditubuhnya karena kuciumi putting susunya, kumainkan dengan ujung lidahku, dengan meracaunya Gadis yang semakin keras suaranya, menandakan dia mulai terangsang hebat, dengan tidak malu – malu lagi, dia mulai menyentuh lembut “adik”ku dan kali ini sampai pada buah zakarku, “uuuughhh…..” desahku, begitu lembut tangannya sehingga makin mendidihkan gejolak nafsuku yang sudah tidak tertahankan, akupun langsung bergeser kembali keselangkangan Gadis untuk menciumi dan menjelajahi bibir vagina yang mulai mengeluarkan lendir kenikmatan yang semakin banyak, ketika aku mulai menyentuh klitorisnya dengan hidungku dan liang Vaginanya kujelajahi dengan ujung lidahku, “agrrhhhhh, ampun a… Gadis gak kuat, please….. jangan lama lama a…
Diapun semakin menjepitkan pahanya dan tangannya semakin menekan kepalaku, “…. Sshhh…. Ughhhh…. Aaaaa, aku keluar…..” bersamaan dengan itu vagina Gadis banjir dengan lendir kenikmatan yang keluar bersamaan dengan orgasmenya, akupun menjilati dan menelan seluruh lendir itu.
Setelah kejangannya mereda, pahanya mulai mengendur, kesempatan ini aku gunakan untuk menempelkan “adik”ku ke bibir vaginanya, aku takut kalo aku paksa masuk, Gadis akan menjadi kesakitan, “…. A, pelan ya” pintanya memelas, akupun kembali menyentuhkan “adik”ku ke Vaginanya. Ketika rautnya sudah tenang, aku perlahan lahan memasukkan setengah “adik”ku keliang vaginanya yang basah kembali dan menggoyangkan pinggulku, “ughhh…. Ssshhh… kembali Gadis meracau nikmat, semakin lama racauannya semakin keras dan badannya mulai mengejang, “….uuugghhhh, aghhhh, ampun a….” Gadis memekik, karena tiba – tiba dengan satu hentakan keras, aku masukkan seluruh batang “adik”ku kedalam Vaginanya, iapun berpegangan dibadanku kuat sekali sambil menahan tekanan – tekanan yang semakin kuat kulancarkan, dalam sekian lama penetrasiku, entah berapa kali Gadis orgasme, lemas, tak berdaya menahan kebuasanku karena sejak dari sore aku tahan.
Setelah bosan posisi misionaris, “kenapa berhenti a, aku tanggung” pinta Gadis, kita coba dari belakang yuk, diapun pasrah merubah posisi membelakangiku dan langsung kembali kuhujamkan “adik”ku, “ughhh… agrhhhh, oohhhh, a, aku gak tahan, sambil memutar mutar pinggulnya menahan nikmat, membuat “adik”ku menggelembung membesar, rasa ingin memuntahkan “lahar” panas yang siap meledak, “…. Ugh dis, aku keluar ya….. oghhh, “bareng a….. ughhhhh pada saat kedutan di liang vaginanya makin keras menjepit, “crot, crot, crot …”entah berapa kali, muntah lah lahar panas itu menyemprot liang kenikmatan Gadis, “uuuugggghhhh aaaaaa…. Aku…” pekik nya, gadis pun mengejang kuat dan makin menjepit “adik”ku dan tak sempat ia ucapkan, untuk kesekian kalinya Gadis orgasme….
Kami pun ambruk kelelahan dengan posisi tertelungkup…..
Pagi hari kami sama – sama mandi dan saling membersihkan sisa sisa tadi malam, setelah itu, tanpa ku minta, ia dengan sigapnya menyiapkan pakaian kerjaku yang ada di tas, merapikan seluruh barang barang bawaan ku, dalam sekejap semua sudah rapi dan kitapun siap berangkat.
Tampak tabir keceriaan yang terpancarkan dari muka Gadis, senyum yang mengembang, ahhh ini kah namanya kebahagian, hadiah dari hubungan kasih sayang yang kami wujudkan tadi malam…?
Setelah sekian lama aku dan dia belum pernah lagi menikmati indahnya sentuhan dalam sebuah aktifitas yang membawa perasaan kita melayang jauh….
Entah lah….

Preview
Klik pada gambar untuk memperbesar

Video mesum nya via rapid klik disini untuk mendownload
Video bokep nya via ziddu klik disini untuk mendownload

Cerita Dewasa Dan Video Mesum – Sprei Merah Menjadi Saksi Persetubuhan Kita

5
Filed under 3gp Porno Indonesia, Cerita Dewasa

Cerita Dewasa Dan Video Mesum – Sprei Merah Menjadi Saksi Persetubuhan Kita

Pada waktu aku telah menyelesaikan, karena letak kantorku yang amat sangat jauh dengan rumah. Aku memutuskan untuk mengontrak Apartemen di daerah Kuningan sehingga jika ke kantor tidak terlalu jauh.
Namaku Bramanto. Sekarang saya berkerja di salah satu perusahaan telekomunikasi di daerah kuningan Jakarta. Dulu aku tinggal bersama kedua orang tuaku di sebuah kompleks tentara yang amat membosankan sehingga aku memutuskan untuk mandiri dengan menghuni apartemen milik dari saudaraku yang baru menikah sehingga dia di boyong oleh suaminya ke Surabaya.
Hari pertama aku menghuni aku lapor dengan Ketua Perhimpunan Pengurus Apartemen dimana aku tinggal beliau kebetulan tinggal di lantai 12 sedangkan aku di lantai 11. Setelah melapor aku dimohon bantuannya untuk menjaga kebetulan adik perempuan beliau tinggal di sebelahku yaitu Tante Vivi. Hari kedua aku mencoba untuk berkenalan dengan Tante Vivi, ternyata beliau tidak terlalu tua, kelihatannya sekitar 38 – 40 tahunan. Orangnya ramah dan baik sekali. Yang aku heran sampai umur segitu beliau belum menikah, mungkin punya masalah dengan karir karena aku melihat mobilnya ada dua yaitu Toyota Alphard dan Toyota Camry.
Tante Vivi begitu aku memanggilnya memiliki 2 pembantu dan seorang sopir yang telaj melayani beliau selama 3 tahun di Apartemen itu.
Berikut adalah pengalamanku diwaktu tidak terduga dimana aku dititipkan kunci Apartemen oleh beliau karena semua pembantu dan sopirnya cuti lebaran, sehingga beliau tingal di rumah kakaknya di lantai 12,
Sekedar gambaran, Tante Vivi mempunyai tinggi badan sekitar 165 cm, mempunyai pinggul yang besar, buah pantat yang bulat, pinggang yang ramping, dan perut yang agak rata (ini dikarenakan senam aerobic, fitness, dan renang yang diikutinya secara berkala), dengan didukung oleh buah dada yang besar dan bulat (belakangan saya baru tahu bahwa Tante Vivi memakai Bra ukuran 36B untuk menutupinya). Dengan wajah yang seksi menantang dan warna kulit yang putih bersih, wajarlah jika Tante Vivi menjadi impian banyak lelaki baik-baik maupun lelaki hidung belang.
Hingga pada suatu sore, saat saya pulang kerja saya mendengar ada ketukan pintu di apartemenku , kemudian saya intip dari lubang pintu ternyata Tante Vivi.
“eh ya ada apa tante” kataku sambil membuka pintu. “Ngga Bram ada surat atau tagihan kartu kreditku ngga dari Front Office depan?” jawan tante Vivi. “Sepertinya ngga ada tante” jawabku “Eh aku numpang ke kamar mandimu ya” sambil meringis, mungkin dia udah kebelet pips he he he. “silahkan tan tapi kamar mandinya ngga sebersih punya tante lho maklum bujangan” kataku sambil tertawa. ” Ngga apa apa” jawabnya.
baru aku sadar bahwa si tante vivi memakai baju training tipis mungkin baru lari atau fitness di lantai 2. “Abis lari ya tan” tanyaku “Iya tapi nyari kamar mandi susah mana liftnya lama lagi” ujar tante vivi sambil ngeloyor ke kamar mandiku.
Sambil jalan ke dapur aku berfikir kok kayaknya ada yang salah ya dengan membiarkan si tante ke kamar mandi tapi apa ya?. Ya ampun tadi khan aku lagi nonton BF di laptop memang kebetulan mau coli sih maklum belum ada pasangan/pacar. Wah mati gue ketahuan dah sama tante vivi. Ah bodoamatbodo amat kaya dia ngga pernah muda aja.
Begitu keluar dari kamar mandi si tante senyum-senyum, wah malu deh aku.
“Hayo kamu tadi lagi ngapain Bram? tanya si tante. “Ngga ngapa-ngapain kok tan” jawabku sambil menunduk kebawah, Malu cing. Dan tanpa saya sadari tiba-tiba dia mencekal tangan saya. “Bram..” katanya tiba-tiba dan terlihat agak sedikit ragu-ragu.
“Ya Tante..?” Jawab saya. “Eee.. nggak jadi deh..” Jawabnya ragu-ragu.
“Ada yang bisa saya bantu, Tante..? Tanya saya agak bingung karena melihat keragu-raguannya.
“Eee.. nggak kok. Tante cuma mau nanya..” jawabnya dengan ragu-ragu lagi.
“Kamu sering ya nonton film itu di kamar mandi..?” tanya dia.
“Iya sih tan. Maklum tan belum punya pasangan..?” jawab ku terpaksa.
“Terus pake sabun ya ? he he he kata tante vivi sambil tertawa
“Iya tan, udah ah aku tengsin nih malu ditanya terus” Tegasku sambil ngomel.
“Jangan marah dong , biasa lagi bujangan yang penting jangan main pelacur, jorok nanti kena penyakit” jawab tante vivi.
“Eee.. mau dibantuin Tante nggak..? sambungnya “Maksud tante? Tanya ku wah ibarat ada lanjutan dari film ku tadi nih. Kayaknya si tante horni abis. ” Iya kamu nonton bareng tante khan biar ngga malu lagi” sambil melayang tangan tante vivi ke selangkangan ku.
“sana ambil laptop mu” asik banget dah pikirku tanpa tendeng aling-aling aku berlari kekamar madi dan membawa keluar laptop itu.
Kemudian aku setel lebih dulu film yang tadi saya tonton dan belum habis. Beberapa menit kemudian Tante vivi duduk disebelahku sambil membawa teh panas dengan wangi tubuh yang segar. Saya selidiki tiap sudut tubuhnya yang masih terbalut baju training dan kemudian beliau melepas atasannya sehingga terlihat tanktop tipis biru muda yang agak menerawang tersebut, sehingga dengan leluasa mata saya melihat puncak buah dadanya karena dia tidak memakai Bra. Tanpa kusadari, di antara degupan jantungku yang terasa mulai keras dan kencang, kejantananku juga sudah mulai menegang. Dengan santai dia duduk tepat di sebelahku, dan ikut menonton film BF yang sedang berlangsung. “Cakep-cakep juga yang main..” akhirnya dia memberi komentarnya. “Dari kapan Bram mulai nonton film beginian..? tanyanya.
“Udah dari dulu Tante..” kataku. “Mainnya juga bagus dan tidak kasar. Bram udah tahu rasanya belum..? tanya dia lagi. “Ya sempet sih tan waktu di rumah sakit sama suster”
“wah enak dong lagi sakit di servis suster” “Iya tapi udah lama tan udah lupa rasanya, tapi kata temen-temen sih enak. Emang kenapa Tante, mau ngajarin saya yah? Kalau iya boleh juga sih”, kataku. “Ah Bram ini kok jadi nakal yah sekarang”, katanya sambil mencubit lenganku.
“Tapi bolehlah nanti Tante ajarin biar kamu tahu rasanya”, tambahnya dengan sambil melirik ke arahku dengan agak menantang.
Tidak lama berselang, tiba-tiba Tante Vivi menyenderkan kepalanya ke bahuku. Seketika itu pula aku langsung membara. Tapi aku hanya bisa pasrah saja oleh perlakuannya. Sebentar kemudian tangan Tante Vivi sudah mulai mengusap-ngusap daerah tubuhku sekitar dada dan perut . Rangsangan yang ditimbulkan dari usapannya cukup membuat aku nervous karena itu adalah kali pertama aku diperlakukan oleh seorang wanita yang usianya diatasku. Kejantananku sudah mulai semakin berdenyut-denyut siap bertempur. Kemudian Tante Vivi mulai menciumi leherku, lalu turun ke bawah sampai dadaku. Sampai di daerah dada, dia menjilat-jilat ujung dadaku, secara bergantian kanan dan kiri. Tangan kanan Tante Vivi juga sudah mulai masuk ke dalam celanaku, dan mulai mengusap-usap kejantananku. Karena dalam keadaan yang sudah sangat terangsang, aku mulai memberanikan diri untuk meraba celana yang dia pakai. Aku remas payudaranya dari luar tanktop, dan aku remas-remas, terkadang aku juga mengusap ujung-ujung tersebut dengan ujung jariku. “Ssshh.. ya situ Bram..” katanya setengah berbisik. “Ssshh.. oohh..”
Tiba-tiba dia memaksa lepas celana pendekku, dan diusapnya kejantananku. Akhirnya bibir kami saling berpagutan dengan penuh nafsu yang sangat membara. Dan dia mulai menjulur-julurkan lidahnya di dalam mulutku. Sambil berciuman tanganku mulai bergerilya melalui celana trainingnya yang aku pelorotkan ke bawah sampai pada permukaan celana dalamnya, yang rupanya sudah mulai menghangat dan agak lembab. Aku melepaskan celana dalam Tante Vivi.
Satu persatu kami membuka baju, sehingga kami berdua menjadi telanjang bulat. Kutempelkan jariku di ujung atas permukaan kemaluannya. Dia kelihatan agak kaget ketika merasakan jariku bermain di daerah seputar klitorisnya. Lama kelamaan Aku masukkan satu jariku, lalu jari kedua. “Aaahh.. sshh.. oohh.. terus Bram.. terus..” bisik Tante Vivi.
Ketika jariku terasa mengenai akhir lubangnya, tubuhnya terlihat agak bergetar. “Ya.. terus Bram.. terus.. aahh.. sshh.. oohh.. aahh.. terus.. sebentar lagi.. teruuss.. oohh.. aahh.. aarrgghh..” kata Tante Vivi. Seketika itu pula dia memeluk tubuhku dengan sangat erat sambil menciumku dengan penuh nafsu. Aku merasakan bahwa tubuhnya agak bergetar (yang kemudian baru aku tahu bahwa dia sedang mengalami orgasme). Beberapa saat tubuhnya mengejang-ngejang menggelepar dengan hebatnya. Yang diakhiri dengan terkulainya tubuh Tante Vivi yang terlihat sangat lemas di sofa.
“Saya kapan Tante, kan saya belum..?” Rujukku. “Nanti dulu yah sayang, sebentar.. beri Tante waktu untuk istirahat sebentar aja”, kata Tante Vivi.
Tapi karena sudah sangat terangsang, kuusap-usap bibir kemaluannya sampai mengenai klitorisnya, aku dekati payudaranya yang menantang itu sambil kujilati ujungnya, sesekali kuremas payudara yang satunya. Sehingga rupanya Tante Vivi juga tidak tahan menerima paksaan rangsangan-rangsangan yang kulakukan terhadapnya. Sehingga sesekali terdengar suara erangan dan desisan dari mulutnya yang seksi. Aku usap-usapkan kejantananku yang sudah sangat amat tegang di bibir kemaluannya sebelah atas. Sehingga kemudian dengan terpaksa dia membimbing batang kemaluanku menuju lubang kemaluannya. Pelan-pelan saya dorong kejantananku agar masuk semua.
Kepala kejantananku mulai menyentuh bibir kewanitaan Tante Vivi. “Ssshh..” rasanya benar-benar tidak bisa kubayangkan sebelumnya. Lalu Tante Vivi mulai menyuruhku untuk memasukan kejantananku ke liang kewanitaannya lebih dalam dan pelan-pelan. “Aaahh..” baru masuk kepalanya saja aku sudah tidak tahan, lalu Tante Vivi mulai menarik pantatku ke bawah, supaya batang kejantananku yang perkasa ini bisa masuk lebih dalam. Bagian dalam kewanitaannya sudah terasa agak licin dan basah, tapi masih agak seret, mungkin karena sudah lama tidak dipergunakan. Namun Tante Vivi tetap memaksakannya masuk. “Aaagghh..Bram ” rasanya memang benar-benar luar biasa walaupun kejantananku agak sedikit terasa ngilu, tapi nikmatnya luar biasa. Lalu terdengar suara erangan Tante Vivi.
Lalu Tante Vivi mulai menyuruhku untuk menggerakkan kemaluanku di dalam kewanitaannya, yang membuatku semakin gila. Ia sendiri pun mengerang-ngerang dan mendesah tak karuan. Beberapa menit kami begitu hingga suatu saat, seperti ada sesuatu yang membuat liang kewanitaannya bertambah licin, dan makin lama Tante Vivi terlihat seperti sedang menahan sesuatu yang membuat dia berteriak dan mengerang dengan sejadi-jadinya karena tidak kuasa menahannya. Dan tiba-tiba kemaluanku terasa seperti disedot oleh liang kewanitaan Tante Vivi, yang tiba-tiba dinding-dinding kewanitaannya terasa seperti menjepit dengan kuat sekali. Aduuh.. kalau begini aku makin tidak tahan dan.. “Aaarrgghh.. sayaang.. Tante keluar lagii..” jeritnya dengan keras, dan makin basahlah di dalam kewanitaan Tante Vivi, tubuhnya mengejang kuat seperti kesetrum, ia benar-benar menggelinjang hebat, membuat gerakannya semakin tak karuan. Dan akhirnya Tante Vivi terkulai lemas, tapi kejantananku masih tetap tertancap dengan mantap.
Aku mencoba membuatnya terangsang kembali karena aku belum apa-apa. Tangan kananku meremas payudaranya yang sebelah kanan, sambil sesekali kupilin-pilin ujungnya dan kuusap-usap dengan ujung jari telunjukku. Sedang payudara kirinya kuhisap sambil menyapu ujungnya dengan lidahku.
“Ssshh.. shh..” desahan Tante Titik sudah mulai terdengar lagi. Aku memintanya untuk berganti posisi dengan doggy style. Aku mencoba untuk menusukkan kejantananku ke dalam liang kewanitaannya, pelan tapi pasti. Kepala Tante Vivi agak menengok ke belakang dan matanya melihat mataku dengan sayu, sambil dia gigit bibir bawahnya untuk menahan rasa sakit yang timbul. Sedikit demi sedikit aku coba untuk menekannya lebih dalam. Kejantananku terlihat sudah tertelan semuanya di dalam kewanitaan Tante Vivi, lalu aku mulai menggerakkan kejantananku perlahan-lahan sambil menggenggam buah pantatnya yang bulat. Dengan gaya seperti ini, desahan dan erangannya lebih keras, tidak seperti gaya konvensional yang tadi.
Aku terus menggerakkan pinggulku dengan tangan kananku yang kini meremas payudaranya, sedangkan tangan kiri kupergunakan untuk menarik rambutnya agar terlihat lebih merangsang dan seksi. “Ssshh.. aarrgghh.. oohh.. terus Bram.. terus.. aarrgghh.. oohh..” Tante Vivi terus mengerang.
Beberapa menit berlalu, kemudian Tante Vivi merasa akan orgasme lagi sambil mengerang dengan sangat keras sehingga tubuhnya mengejang-ngejang dengan sangat hebat, dan tangannya mengenggam bantalan sofa dengan sangat erat. Beberapa detik kemudian bagian depan tubuhnya jatuh terkulai lemas menempel pada sofa itu sambil lututnya terus menyangga pantatnya agar tetap di atas. Dan aku merasa kejantananku mulai berdenyut-denyut dan aku memberitahukan hal tersebut padanya, tapi dia tidak menjawab sepatah kata pun. Yang keluar dari mulutnya hanya desahan dan erangan kecil, sehingga aku tidak berhenti menggerakkan pinggulku terus.
Aku merasakan tubuhku agak mengejang seperti ada sesuatu yang tertahan, sepertinya semua tulang-tulangku akan lepas dari tubuhku, tanganku menggenggam buah pantat Tante Vivi dengan erat, yang kemudian diikuti oleh keluarnya cairan maniku di dalam liang kewanitaan Tante Vivi. Tubuhku terasa sangat lemas sekali. Setelah kami berdua merasa agak tenang, aku melepaskan kejantananku dari liang nikmat milik Tante Vivi.
Dengan raca kecapaian yang luar biasa Tante Vivi membalikkan tubuhnya dan duduk di sampingku sambil menatap tajam mataku dengan mulut yang agak terbuka, sambil tangan kanannya menutupi permukaan kemaluannya.
“Wah kok ngga ditarik sih Bram, nanti aku hamil lho..? tanyanya dengan suara yang agak bergetar. “Maaf tan aku lupa abis keenakan sih” jawabku “Ya sudahlah.. tapi lain kali kalau sudah kerasa kayak tadi itu langsung buru-buru dicabut dan dikeluarkan di luar ya..?” katanya menenangkan diriku yang terlihat takut. “I.. iiya Tante..” jawabku sambil menunduk.
“Ya santai aja aku sebenarnya udah minum pil kok Bram” jawan Tante Vivi.
Wah rupanya nih tante udah pengalaman dalam hal beginian, tapi ngga apa-apa dah gua belagak culun aja

Preview
Klik pada gambar untuk memperbesar

Video mesum nya via rapid klik disini untuk mendownload
Video bokep nya via ziddu klik disini untuk mendownload

ABG Cute Mau Bugil Neeh…

78
Filed under Cerita Dewasa

Klik pada gambar untuk memperbesar

Gimana ya perasaan lu kalau tau pacar lu ternyata kalo didepan kamera narsis gila,trus berani bugil lagi :D cakep abisss….

3gp porno – Hotnya ngentot dengan mahasiswi chinese yang cakep

34
Filed under Cerita Dewasa

Preview
Klik pada gambar untuk memperbesar

Beneran bro..nih cewek cakep bener.Rugi dah kalo ga download dan nonton video nya..lihat aja previewnya

Video sex nya via rapid klik disini untuk mendownload
Video sex nya via ziddu klik disini untuk mendownload

3gp porno – Gangbang in movie

14
Filed under Cerita Dewasa

Preview
Klik pada gambar untuk memperbesar

Maunya sih cuman iseng mengdokumentasikan temen yang lagi ngentot ama lonte disalah satu hotel di batam.Tapi apa daya,si otong ga mau bekerjasama.Si otong terus meronta-ronta pengen keluar,terpaksa deh langsung keluarin dan langsung disodorin ke mulut lonte.Hmm…lonte mendesah…dan gangbang pun dimulai..

Video sex nya via rapid klik disini untuk mendownload
Video sex nya via ziddu klik disini untuk mendownload